Profile

Join date: Apr 7, 2022

About

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menyimpulkan bahwa meskipun ada komplikasi terkait stroke yang dilaporkan dari COVID-19, telah terjadi penurunan global dalam volume rawat inap stroke, pemberian trombolisis intravena (IVT), dan transfer IVT antar-fasilitas antara pusat stroke primer dan komprehensif. Selain itu,

peneliti melaporkan pusat medis dengan volume rawat inap COVID-19 yang lebih tinggi mengalami penurunan yang lebih tajam.


“Sementara pemulihan rawat inap stroke dicatat pada bulan-bulan pandemi kemudian, analisis kami terhadap lebih dari 254.000 rawat inap stroke di seluruh dunia menemukan penurunan 11,5% dalam penerimaan stroke, 13.

Penurunan 2% dalam trombolisis intravena dan penurunan 11,9% dalam transfer IVT selama empat bulan pertama pandemi, dibandingkan dengan periode sebelumnya,” jelas penulis koresponden Thanh N Nguyen, profesor neurologi, bedah saraf, dan radiologi di Boston University School of Kedokteran (BUSM),

dan direktur Layanan Neurointervensi di Boston Medical Center, Boston, AS.


Para peneliti melakukan studi cross-sectional, observasional, retrospektif di enam benua, 70 negara dan 457 pusat stroke. Mereka menemukan bahwa ada 91.373 pasien stroke yang masuk dalam empat bulan sebelumnya, dibandingkan dengan 80,894 penerimaan selama bulan-bulan pandemi. Selain itu, mereka melaporkan bahwa ada 13.334 terapi IVT dalam empat bulan sebelumnya dibandingkan dengan 11.570 prosedur selama pandemi. Transfer IVT antar-fasilitas menurun dari 1.337 menjadi 1.178.


“Pengurangan ini diamati terlepas dari beban rawat inap COVID-19, sebelum stroke pandemi dan volume IVT,” tambah penulis utama Raul Nogueira, profesor neurologi di Emory University School of Medicine, dan Direktur neurologi intervensi/neuroradiologi di Grady, Atlanta, AS.


Para peneliti juga mencatat pemulihan volume rawat inap stroke (meningkat 9.5%) dalam dua bulan berikutnya dibandingkan dua bulan awal pandemi, dengan pemulihan yang lebih besar di rumah sakit dengan volume rawat inap COVID-19 yang lebih rendah, pusat stroke volume tinggi, dan pusat stroke komprehensif.


Para peneliti mengetahui bahwa pada tahun 2020,banyak negara di Afrika masih tidak memiliki kemampuan untuk memberikan trombolisis intravena sebagai bagian dari perawatan stroke rutin mereka. Para penulis menyoroti perbedaan ini dalam perawatan stroke global, mengingat data yang mendukung terapi IVT dari studi NINDs (Institut Nasional Gangguan Neurologis dan Stroke) lebih dari 20 tahun yang lalu.


Info: zicare.id

zicare2000

More actions